Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Pengaruh Lingkungan Terhadap Siswa

Manusia merupakan makhluk sosial yang tak bisa lepas dari satu sama lain. Perilaku mereka, seperti kebiasaan, hingga kesukaan pun bisa sangat dipengaruhi oleh lingkungan di sekitarnya. Karena, manusia cenderung hidup dengan belajar dari lingkungannya.


Hal ini bisa membawa dampak baik jika lingkungan tempat ia tinggal juga baik, begitupun sebaliknya. Lingkungan yang buruk juga berpotensi melahirkan pribadi yang buruk juga. Dan dari sanalah hal-hal seperti kenakalan remaja, hingga kejahatan serius bermula. 


Untuk menciptakan lingkungan yang baik, dibutuhkan kontribusi banyak pihak. Namun, seringkali hal ini tidak terpenuhi, baik dari pengaruh teman, hingga pengaruh internet, yang akan menyebabkan hal-hal negatif seperti turunnya minat belajar yang sering terjadi di sekolah. 


Berdasarkan hasil wawancara yang dilakukan, menurut Brianna, lingkungan memang berpengaruh terhadap minat belajar siswa, begitupun Jenna dan Nabila. Adapun faktor-faktor pengaruh seperti cara mengajar guru, teman, hingga bakat yang mereka miliki bisa menentukan tingkat kesukaan seorang siswa dengan suatu mata pelajaran. 


Berikut data yang diperoleh dari wawancara :

No

Nama

Mapel Favorit

Alasan

“Apakah lingkungan berpengaruh terhadap minat belajarmu?”

Pengaruh

1.

Brianna

PJOK

Bakat, suasana yang nyaman

Iya

Guru dan cara mengajarnya

2.

Nabila

Bahasa Inggris

Bakat

Iya

Guru dan cara mengajarnya

3.

Jenna

SBdP

Bakat, saudara

Iya

Teman


Lalu, kondisi ideal apa yang cocok untuk belajar menurut siswa? Menurut Brianna sendiri, adalah ketika perdiskusian berjalan dengan baik, semua orang bisa menyampaikan pendapatnya, dan guru betul-betul memperhatikan siswanya, begitupun Nabila. Sedangkan menurut Jenna, kondisi ideal untuk belajar baginya adalah ketika siswa tidak ramai dan bisa menuruti gurunya. Hal-hal yang sudah disebutkan tersebut menunjukkan bahwa lingkungan memang bisa mempengaruhi minat belajar siswa.


Untuk memperkuat pernyataan tadi, pada tahun 1971, Prof. Philip Zimbardo dari Stanford University pernah melakukan eksperimen yang bernama “Stanford Prison Experiment” yang tujuannya adalah untuk mencari tahu apa yang terjadi jika orang-orang dengan perilaku baik ditempatkan di lingkungan yang buruk. 24 mahasiswa pun dipilih untuk berperan sebagai sipir dan tahanan penjara.


Hasilnya, 24 jam setelah eksperimen dimulai, mahasiswa yang menjadi sipir mulai memaki dan memaksa para tahanan, membuat mahasiswa yang menjadi tahanan menjadi submisif dan stress, sehingga eksperimen yang seharusnya dilakukan hingga 2 minggu harus dihentikan pada hari ke-6. 


Ketika salah satu sipir ditanya mengapa ia melakukan hal kejam seperti itu, ia mengatakan bahwa di pikirannya, para tahanan itu hanyalah boneka yang bisa diperlakukan sesuka hati. Prinsip ini sama dengan para pelaku kejahatan. Prof. Zimbardo menyebutnya sebagai “dehumanisasi”.


“Seorang manusia terdiri dari kumpulan sifat baik dan sifat buruk. Kita adalah makhluk yang bergantung pada situasi. Jika lingkungan di sekitar kita baik, maka kita cenderung berbuat baik. Demikian pula sebaliknya,” ujar Prof. Zimbardo. Dengan adanya penelitian ini, membuktikan dan memperkuat bahwa lingkungan memang faktor yang sangat berpengaruh bagi pembentukkan karakter manusia.


Selain eksperimen “Stanford Prison Experiment”, terdapat juga buku “Teori Kepribadian” yang ditulis oleh Syamsu Yusuf dan Nurihsan pada tahun 2008. Di dalamnya dijelaskan faktor-faktor penentu karakter manusia, dan faktor lingkungan adalah salah satunya. Ada juga Eric Erickson, seorang ahli dari Jerman, yang berpendapat bahwa karakter manusia tidak hanya dipengaruhi oleh genetik saja, namun ada faktor lingkungan.


Dari berbagai pendapat siswa, bisa diambil bahwa rata-rata siswa cenderung menyukai pelajaran berdasarkan cara mengajar gurunya dan bakat mereka. Dan kondisi ideal untuk belajar adalah ketika suasana kelas terasa hidup, tidak membosankan, dan nyaman, tetapi juga teratur. 


Bisa diambil kesimpulan juga dari pendapat-pendapat dan eksperimen yang ada, pengaruh lingkungan dan dampaknya itu nyata, dan sangat penting. Karenanya, sebagai bagian dari masyarakat, sudah seharusnya ikut berkontribusi dalam menciptakan lingkungan yang baik demi masa depan penerus bangsa. Dan guru serta keluarga haruslah menjadi yang terdepan untuk mewujudkannya.

Harapannya, dari artikel ini, semua orang bisa terbuka dan menjadi peduli serta tahu bahwa lingkungan yang baik itu penting bagi pertumbuhan seorang manusia. Terutama guru, karena pendidikan dan lingkungan belajar yang baik adalah dasar dari semua.



Ditulis dan disunting oleh Viyuela Axelly. 
Axellzz
Axellzz I'm Axel, and I'm in love with 𝙋𝙝𝙮𝙨𝙞𝙘𝙨 & 𝘼𝙧𝙩. I strive to become a surgeon in the future comings; study and live abroad! Hope you all like it here, fellas``

Post a Comment for " Pengaruh Lingkungan Terhadap Siswa"