Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Hukum Menyakiti Diri Sendiri Menurut Agama Islam

  “Hukum Menyakiti Diri Sendiri Menurut Agama Islam”

Oleh Viyuela Axelly


Di zaman sekarang yang bergerak dengan sangat cepat–seringkali kita mendapati orang yang dilanda masalah dan berputus asa. Tak jarang, banyak dari mereka yang akhirnya menyakiti diri mereka sendiri–bahkan berakhir bundir. Seperti yang mungkin kalian ketahui, di dalam Islam, tindakan menyakiti diri sendiri dan bundir telah dilarang. Seperti yang sudah dijelaskan di dalam penggalan surat An Nisa ayat 29, yang artinya:


يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا لَا تَأْكُلُوْٓا اَمْوَالَكُمْ بَيْنَكُمْ بِالْبَاطِلِ اِلَّآ اَنْ تَكُوْنَ تِجَارَةً عَنْ تَرَاضٍ مِّنْكُمْ ۗ وَلَا تَقْتُلُوْٓا اَنْفُسَكُمْ ۗ اِنَّ اللّٰهَ كَانَ بِكُمْ رَحِيْمًا


“(Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu saling memakan harta sesamamu dengan jalan yang batil, kecuali dengan jalan perniagaan yang berlaku dengan suka sama-suka di antara kamu..)”


“..Dan janganlah kamu membunuh dirimu; sesungguhnya Allah adalah Maha Penyayang kepadamu.” 


Tindakan bundir di dalam Islam akan diganjar di akhirat nanti–mereka akan dihukum dengan cara yang sama saat mereka membunuh diri mereka sendiri dulu. Mereka juga akan masuk neraka dan diharamkan surga atas mereka, karena mengambil nyawa mereka sendiri tanpa seizin Allah. Dari Abu Hurairah RA, katanya Rasulullah SAW bersabda : 


“Siapa yang bunuh diri dengan senjata tajam, maka senjata itu akan ditusuk-tusukannya sendiri dengan tangannya ke perutnya di neraka untuk selama-lamanya; dan siapa yang bunuh diri dengan racun, maka dia akan meminumnya pula sedikit demi sedikit nanti di neraka, untuk selama-lamanya; dan siapa yang bunuh diri dengan menjatuhkan diri dari gunung, maka dia akan menjatuhkan dirinya pula nanti (berulang-ulang) ke neraka untuk selama-lamanya.” (HR. Muslim)–yang menekankan larangan dan hukuman dari tindakan bundir ini.


Pada dasarnya, setiap manusia yang berjalan di atas muka bumi ini sudah memiliki jalan mereka masing-masing, dan roda kehidupan selalu berputar. Kadang di atas, kadang di bawah. Setiap manusia pasti akan diberi cobaan oleh-Nya. Ada yang ringan, ada yang berat–yang sesuai dengan kemampuan mereka masing-masing. Itu merupakan cara Allah untuk menguji seberapa kuat iman kita. Sebagaimana firman-Nya dalam surat Al Ankabut ayat 2, yang artinya:


“Apakah manusia itu mengira bahwa mereka dibiarkan (saja) mengatakan: ‘Kami telah beriman’, sedang mereka tidak diuji lagi?” –Karenanya, sesuai dengan surat Al Insyirah ayat 5-6 yang artinya:


“Karena sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan, sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan.” –yang membuktikan bahwa kesulitan tidak berlangsung selamanya, pasti ada kemudahan yang menyertainya, pasti ada jalan keluar. Cara menyikapinya, kita bisa memetik pelajaran/hikmah dari cobaan itu.


Maka dari itu, jika suatu waktu kalian memiliki masalah, maka cobalah ceritakanlah masalahmu itu, dan cari bantuan ke orang yang kalian percaya. Sekali lagi, semua orang punya masalah, itu normal. Maka dari itu, minta tolong ke orang lain, jangan dipendam sendiri–yang cuma memperburuk keadaanmu, apalagi sampai menyakiti diri sendiri, yang hanya mendatangkan mudharat tanpa manfaat. Juga, jika kalian bertemu dengan orang yang seperti itu, coba bantu–minimal menjadi pendengar dari ceritanya. Karena balik lagi–kita ini makhluk sosial–kita tidak bisa hidup sendiri.


“Self-harm (suicide) does not make the pain go away; it gives the pain to someone else.”


Demikian kultum saya. Semoga bisa dijadikan pelajaran dan menambah rasa kepedulian kalian sendiri.


Wassalamu'ala

ikum warahmatullahi wabarokatuh.

Axellzz
Axellzz I'm Axel, and I'm in love with 𝙋𝙝𝙮𝙨𝙞𝙘𝙨 & 𝘼𝙧𝙩. I strive to become a surgeon in the future comings; study and live abroad! Hope you all like it here, fellas``

Post a Comment for "Hukum Menyakiti Diri Sendiri Menurut Agama Islam"